Lab
sheet 01
Topik
: Pengenalan Bahasa C dan Software CVAVR
A. Struktur Bahasa C pada
CVAVR.
Penggunaan mikrokontroler
yang diterapkan diberbagai alat rumah tangga ,otomotif, sampai dengan kendali,
membuat mikrokontroler mulai masuk didunia pendidikan. Banyak varian dan type
dari mikrokontroler yang di pelajari dan
digunakan didunia pendidikan. Salah satu varian yang banyak dipelajari dan
digunakan adalah produk dari ATMEL dengan type keluarga AVR. Banyak software
yang dapat digunakan untuk memprogram mikrokontroler keluarga AVR, dengan
bahasa pemrograman masing-masing.
Salah satu bahasa
pemorograman yang dikembangkan atau digunakan dunia pendidikan adalah bahasa C
dengan struktur dan kemudahan yang dimilikinya. Perkembangan bahasa pemrograman
yang dimulai dari bahasa tingkat rendah
(bahasa assembly/bahasa mesin) sampai dengan bahasa tingkat tinggi
(salah satunya bahasa C). Bagi mikrokontroler bahasa assembly merupakan bahasa
yang mudah untuk diterjemahkan bagi prosesornya, sehingga dikatakan sebagai
bahasa tingkat rendah. Sedangkan bahasa tingkat tinggi merupakan bahasa yang
sulit diterjemahkan oleh prosesor yang ada di dalam mikrokontroler. Pemilihan
bahsa C sebagai bahasa pemrograman untuk mikrokontroler dikarenakan mudah
dipahami dan diterjemahkan bagi user atau programmer.
Bahasa C memiliki
struktur pemrograman yang khusus, selain itu bahasa C memiliki sifat case
sensitive. Artinya tersebut adalah bahwa
penulisan kata/word program sangat sensitive dengan mendeteksi perbedaan capital
tidaknya huruf yang digunakan. Satu huruf yang berbeda pada satu kata yang
diulang, menyebabkan software tidak akan bisa meng-compile seluruh program yang
dibuat.
Setiap bahasa pemrograman
memiliki type data masing-masing. Type data merupakan jangkauan suatu data yang
mampu/dapat dikerjakan/diolah oleh mikroprosesor dalam program yang dibuat.
Penggunan type data ini juga harus sesuai kebutuhan dan di sesuaikan dengan
fungsi setiap data. Pemilihan penggunaan type data dapat mempengaruhi besarnya
memory file yang dibuat. Berikut daftar type data yang dapat digunakan dalam
pemrograman bahasa C;
Type
|
Size(bits)
|
Range(jangkauan)
|
Bit
|
1
|
0 , 1
|
Bool,_Bool
|
8
|
0 , 1
|
char
|
8
|
-128 sampai 127
|
unsigned char
|
8
|
0 sampai 255
|
signed char
|
8
|
-128 sampai127
|
Int
|
16
|
-32768 sampai 32767
|
short int
|
16
|
-32768 sampai 327676
|
unsigned int
|
16
|
0 sampai 65535
|
signed unt
|
16
|
-32768 sampai 326767
|
Long int
|
32
|
-2147483648 sampai
2147483648
|
unsigned long int
|
32
|
0 sampai 4294967295
|
signed long int
|
32
|
-2147483648 sampai
2147483648
|
Float
|
32
|
±1.145e-38 sampai
3.402e38
|
Double
|
32
|
±1.145e-38 sampai
3.402e38
|
Penggunaan type data bersamaan
dengan variable data yang akan digunakan. Penulisan type data sesuai sruktur
data dapat dilihat sebagai berikut:
Selain tipe data, bahsa C
memiliki struktur penulisan akan symbol-simbol opersai aritmatik. Setiap penggunaan
syimbol-simbol aritmatik memilliki
fungsi masing masing. Berikut table simbol- simbol aritmatik yang digunakkan
salam bahasa C;
Operator
|
Keterangan
|
Operator
|
Keterangan
|
+
|
Penjumlahan
|
-
|
Pengurangan
|
*
|
Perkalian
|
/
|
Pembagian
|
%
|
Modulus
|
++
|
Penjumlahan berkelanjutan
|
--
|
Pengurangan berkelanjtan
|
=
|
Sama dengan/memberi nilai
|
==
|
Nilainya sama dengan
|
~
|
|
!
|
!=
|
Hasil tidak sama dengan
|
|
<
|
Lebih kecil
|
>
|
Lebih besar
|
<=
|
Hasil lebih kecil sama dengan
|
>=
|
Hasil lebih besar samadengan
|
&
|
Dan/AND
|
&&
|
AND(dua kondisi)
|
ǀ
|
Or
|
ǁ
|
OR(duakondisi)
|
˄
|
Factor pangkat
|
?:
|
|
<<
|
Geser bit kekiri
|
>>
|
Geser bit kekanan
|
-=
|
Hasil pengurangan sama dengan
|
+=
|
Hasil penjumlahan sama dengan
|
/=
|
Hasil bagi sama dengan
|
%=
|
Hasil modulus sama dengan
|
&=
|
Hasil peng-AND-and sama dengan
|
*=
|
Hasil perkalian sama denbgan
|
˄=
|
Hasil pangkat sama dengan
|
ǀ=
|
Hasil peng-OR-an sama dengan
|
>>=
|
Hasil penggeseran bit kekanan sama
dengan
|
<<=
|
Hasil penggeseran bit kekiri sama
dengan
|
Instruksi-instruksi bahasa pemrograman yang ada pada bahasa C tidak
semuanya digunakan dalam pemrograman mikrokontroler. Struktur dan urutan
penulisan program hampir sama untuk keduanya. Struktur bahasa C memiliki kepala
program, dan tubuh program, sedangkan tubuh program bisa terdiri dari induk
program dan anak program. Berikut struktur sederhana dari pemrograman bahasa C.
#include<conio.h>
Kepala program
Int data1();
{
…… Induk
program
……
}
Tubuh program
{
…… Anak program
}
Penggunaan struktur
penulisan bahasa pemrograman bahasa C dapat tersusun dari sebuah tubuh program yang dapat terdiri dari sebuah
induk program. Dan satu atau lebih anak
program. Anak progam memiliki fungsi untuk mengerjakan satu blog diagram yang
sering digunakan secara berulang-ulang. Anak program akan diakses oleh
induk program sesuai dengan kebutuhanakan sub bagian
program tersebut. Sedangkan kepala program berfungsi untuk menyertakan file acuan/library guna mengolah
(compile/build) program yang telah dibuat.
#include <mega16.h> penyertaan
file kepala program
int data1(); deklarasi global
variabel
{
int data2(); deklarasivariabel
……
DDRC=0x00;
inisialisasi port
while(1)
{
….. subrutin
…..
};
}
Deklarasi sebuah
variable dapat digolongkan menjadi dua, yaitu local variable dan global
variable. Local variable dipakai dan hanya dapat diakses pada sub program
tempat mendeklarasikannya, sedangkan global
variable dipakai dan dapat diakses seluruh bagian program. Inisialisasi PORT digunakan untuk memfungsikan
PORT yang dituju sebagai masukan/keluaran
serta nilai defaultnya. Sedangkan bagian sub rutin adalah blok program yang
akan selalu dikerjakan terus menerus oleh mikroprosesor selama mikrokontroler hidup.
Beberapa Instruksi-instruksi
dalam bahasa C yang sering digunakan dapat ditulis sebagai berikut:
No.
|
Fungsi
|
Bahasa Pemrograman
|
1.
|
Syarat
|
if
(kondisi)
{
……. (aksi yang dikerjakan)
};
|
2.
|
Percabangan
|
if
(kondisi)
{
……. (aksi yang dikerjakan)
}
else if (kondisi)
{
……. (aksi yang dikerjakan)
}
…….
…….
else
{
……. (aksi yang dikerjakan)
};
|
3.
|
Percabangan
|
switch
(variable)
{
case nilai_variabel_ke-1
{
……. (aksi yang dikerjakan)
}
case nilai_variabel_ke-2
{
……. (aksi yang dikerjakan)
}
…….…….
…….…….
default:
{
……. (aksi yang dikerjakan)
}
}
|
4.
|
Melompat
|
gotoalamat_tujuan;
…….…….…….…….
…….…….…….…….
alamat_tujuan:
…….…….…….…….
…….…….…….…….
|
5.
|
Melompat keluar dari perulangan
|
break;
|
6.
|
Perulangan
|
while (kondisi)
{
……. (aksi yang dikerjakan)
}
|
7.
|
Perulangan
|
do
{
……. (aksi yang dikerjakan)
}
while (syarat);
|
8.
|
Perulangan
|
for
(nilai_awal,syarat,operasi++/--)
{
……. (aksi yang dikerjakan)
};
|
Dan masih banyak lagi instruksi
program lainnya (ref: Pemrograman Bahasa C, Abdul Kadir).
B.
Pengenalan Software Code Vision AVR (CVAVR)
Code
Vision AVR merupakan sebuah cross-compiler C, Integrated Development
Environtment (IDE),dan Automatic Program Generator yang didesain untuk
microcontroller buatan Atmel seri AVR. Cross-compiler C mampu menerjemahkan
hamper semua perintah dari bahasa ANSI C, sejauh yang diijinkan oleh arsitektur
dari AVR, dengan tambahan beberapa fitur untuk mengambil kelebihan khusus dari arsitektur
AVR dan kebutuhan pada sistem embedded.
Code
Vision AVR juga mempunyai Automatic Program Generator bernama CodeWizardAVR,
yang mengijinkan anda untuk menulis, dalam hitungan menit, semua intruksi yang
diperlukan untuk membuat beberapa fungsi-fungsi tertentu. Dengan fasilitas ini mempermudah
para programmer pemula untuk belajar pemrograman microcontroller menggunakan
CVAVR.Secara garis besar bagian-bagian CVAVR dapat diuraikan sebagai berikut ini
:
| ||||||||
|
||||||||
Project
Navigation
| ||||
Untuk
memulai menulis program didalam Software
CVAVR terlebih dahulu melalui langkah-langkah sebagai berikut :
1.
File New Pilih Project
2.
Selanjutnya akan muncul window
konfirmasi menggunakan AGP CodeWizard AVR Yes
Window CodeWizardAVR digunakan untuk pengaturan PORT dan fasilitas sesuai dengan
fungsi
yang diinginkan
4.

Setelah selesai dengan pengaturan padaCodeWizard AVR pilih File Generate, Save and Exit (Catatan: pemberian nama file sebanyak 3x; dengan nama file yang sama; hindarikalimat yang panjang, capital dan spasi)
Setelah selesai dengan pengaturan padaCodeWizard AVR pilih File Generate, Save and Exit (Catatan: pemberian nama file sebanyak 3x; dengan nama file yang sama; hindarikalimat yang panjang, capital dan spasi)
Selesai pemberian nama file, akan muncul window utama
editor program sebagai berikut
|











1 komentar:
izin nguti ya....
Posting Komentar